WARNA TANAH & BAHAN ORGANIK
Jika kita berbicara tentang kesuburan tanah,maka apa yang terlintas dipikaran anda? Pastinya sebagai orang awam yang tidak mengerti tentang tanah akan bertanya-tanya bagaimana caranya melihat kesuburan suatu tanah? Apa indikatornya? Cukup dengan melihat warna tanah maka kita dapat mengetahui tingkat kesuburan tanah. Mengapa demikian? Warna adalah salah satu karakteristik tanah yang paling nyata dan sering digunakan untuk memerikan tanah.
A. Warna Tanah
Warna tanah adalah suatu sifat fisik tanah yang merupakan campuran dari komponen- komponen warna lain yang terjadi oleh pengaruh berbagai faktor yang memberi jenis warna tertentu. Faktor penyebab adanya perbedaan warna permukaan tanah pada umumnya terjadi karena
perbedaan kandungan bahan organik. Semakin tinggi kandungan bahan organik, berarti semakin gelap
warna tanah.
Warna tanah disusun oleh tiga jenis variabel, yaitu sebagai berikut.
1) Hue, menunjukkan warna spektrum yang paling dominan sesuai dengan panjang gelombangnya.
2) Value, menunjukkan gelap terangnya warna sesuai dengan banyaknya sinar yang dipantulkan.
3) Chroma, menunjukkan kemurnian atau kekuatan dari warna spektrum.
Warna Produktivitas secara menurun berdasarkan warna tanah adalah sebagai berikut: hitam,cokelat,cokelat karat, cokelat kelabu, merah, kelabu, kuning, dan putih.
1.Warna Tanah Hitam,Cokelat
Tanah yang berwarna kelabu hitam dapat diguga tergolong jenis grumosol atau andisol, tanah grumusol baik untuk bertanam padi. Sedangkan andisol cocok untuk tanaman sayuran.
2. Warna Tanah Merah
Tanah yang berwarna merah fraenase dan aerasinya baik, tetapi kandungan bahan organiknya rendah. Tingkat perkembangan tanah umumnya sudah lanjut sehingga menyisakan mineral berat yang sulit atau lahan kapuk.
3. Warna Tanah Kuning
Tanah yang berwarna kuning, sifatnya hampir sama dengan tanah warna merah. Bedanya, jika warnanya cenderung kuning muda beararti lebih banyak mengandung ion besi yang bilangan oksidasinya 3+.
4. Warna Tanah Kelabu
Tanah yang warnanya kelabu drainase dan aerasinya jelek, sehingga penguraian bahan organik lambat. Partikel penyusunnya kebanyakan oleh kwarsa, kaolin atau mineral liat. Kandungan unsur seperti mangan, aluminium, dan magnesium cukup tinggi , sehingga bersifat racun bagi tanaman. Tanaman sayuran sangat peka terhadap kelebihan unsur-unsur ini.
5. Warna Tanah Putih
Antara kandungan kapurnya tinggi atau kandungan unsur liatnya yang tinggi. Dapat dipastikan tanah ini miskin bahan organik. Drainase dan aerasinya juga buruk. Kurang cocok pemaikaian tanah yang berwarna putih untuk budidaya tanaman.
Warna tanah dapat ditentukan dengan membandingkan warna baku pada buku Munsell Soil Colour Chart dengan warna tanah. Warna tanah akan berbeda apabila tanah dalam keadaan basah, lembap, atau kering. Di dalam penentuan warna tanah perlu dicatat bagaimana kondisi tanah tersebut apakah dalam keadaan basah, lembap, atau kering.
Buku Munsell Soil Colour Chart
Cara penggunaan Munsell Soil Colour Chart (MSCC) adalah dengan cara mengecek kemiripan warna tanah pada pedoman warna yang terdapat pada munsell soil colour chart. Selama penggunaan nya, buku tersebut perlu dibawa kelapangan untuk dijadikan pedoman dalam mencocokan warna tanah. Namun, apabila penetapan warna ini dilakukan secara manual, sangat mungking terjadi kesalahan sehingga informasi yang diproleh kurang akurat, selain itu, pengukuran dengan buku munsell soil chart secara langsung dilapangan akan membut buku tersebut cepat rusak, sementar harga nya sangat mahal. Berkaitan dengan hal tersebut maka, diperlukan alternatif lain untuk dapat mengukur warna tanah dengan lebih akurat, aman dan praktis.
B.Bahan Organik
Bahan organik tanah (Soil Organic Matter) merupakan bahan di dalam atau permukaan tanah yang berasal dari sisa tumbuhan, hewan, dan manusia baik yang telah mengalami dekomposisi lanjut maupun yang sedang megalami proses dekomposisi.
Sumber Bahan Organik Tanah
Bahan organik tanah dapat berasal dari:
(1) sumber primer, yaitu: jaringan organik tanaman (flora) yang dapat berupa: (a) daun, (b) ranting dan cabang, (c) batang, (d) buah, dan (e) akar.
(2) sumber sekunder, yaitu: jaringan organik fauna, yang dapat berupa: kotorannya dan mikrofauna.
(3) sumber lain dari luar, yaitu: pemberian pupuk organik berupa: (a) pupuk kandang, (b) pupuk hijau, (c) pupuk bokasi (kompos), dan (d) pupuk hayati.
Proses dekomposisi bahan organik melalui 3 reaksi, yaitu:
(1) reaksi enzimatik atau oksidasi enzimatik, yaitu: reaksi oksidasi senyawa hidrokarbon yang terjadi melalui reaksi enzimatik menghasilkan produk akhir berupa karbon dioksida (CO2), air (H2O), energi dan panas.
(2) reaksi spesifik berupa mineralisasi dan atau immobilisasi unsur hara essensial berupa hara nitrogen (N), fosfor (P), dan belerang (S).
(3) pembentukan senyawa-senyawa baru atau turunan yang sangat resisten berupa humus tanah.
Peranan Bahan Organik Terhadap Tanah
Bahan organik dapat berpengaruh terhadap perubahan terhadap sifat-sifat tanah berikut:
(1) sifat fisik tanah,
(2) sifat kimia tanah, dan
(3) sifat biologi tanah.
Peranan bahan organik terhadap perubahan sifat fisik tanah, meliputi:
(1) stimulan terhadap granulasi tanah,
(2) memperbaiki struktur tanah menjadi lebih remah,
(3) menurunkan plastisitas dan kohesi tanah,
(4) meningkatkan daya tanah menahan air sehingga drainase tidak berlebihan, kelembaban dan temperatur tanah menjadi stabil,
(5) mempengaruhi warna tanah menjadi coklat sampai hitam,
(6) menetralisir daya rusak butir-butir hujan,
(7) menghambat erosi, dan
(8) mengurangi pelindian (pencucian/leaching).
Peranan bahan organik terhadap perubahan sifat kimia tanah, meliputi:
(1) meningkatkan hara tersedia dari proses mineralisasi bagian bahan organik yang mudah terurai,
(2) menghasilkan humus tanah yang berperanan secara koloidal dari senyawa sisa mineralisasi dan senyawa sulit terurai dalam proses humifikasi,
(3) meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah 30 kali lebih besar ketimbang koloid anorganik,
(4) menurunkan muatan positif tanah melalui proses pengkelatan terhadap mineral oksida dan kation Al dan Fe yang reaktif, sehingga menurunkan fiksasi P tanah, dan
(5) meningkatkan ketersediaan dan efisiensi pemupukan serta melalui peningkatan pelarutan P oleh asam-asam organik hasil dekomposisi bahan organik.
Peranan bahan organik terhadap perubahan sifat biologi tanah, meliputi:
(1) meningkatkan keragaman organisme yang dapat hidup dalam tanah (makrobia dan mikrobia tanah), dan
(2) meningkatkan populasi organisme tanah (makrobia dan mikrobia tanah)
Daftar Pustaka :
tanah.html(Diakses pada tanggal 13 Desember 2019 pukul 19.00
WIB)
pada tanggal 13 Desember 2019 pukul 19.15 WIB)
http://dasar2ilmutanah.blogspot.com/2007/11/bahan-organik-
tanah.html (Diakses pada tanggal 13 Desember 2019 pukul 19.22
WIB)
tanah.html (Diakses pada tanggal 13 Desember 2019 pukul 19.22
WIB)









Foto atau gambarnya sebaiknya diambil sendiri, bukan dari internet
BalasHapus